Tanggung Jawab Lingkungan

Kegiatan operasional IUPHHK PT Wanakayu Hasilindo adalah kegiatan yang bersentuhan dengan bentang lahan, oleh karenanya timbulnya dampak lingkungan, Upaya yang perlu dilakukan adalah meminimalir dampak negatif dan mengembangkan dampak positif. untuk itu sesuai dengan peraturan pemerintah Nomor : 34 tahun 2002 tentang analisis mengenai dampak lingkungan dan surat keputusan menteri kehutanan nomor : 2/ Menhut/ 2002 tentang ANDAL Pembangunan kehutanan, IUPHHK PT.Wanakayu Hasilindo telah melaksanakan Studi evaluasi lingkungan (SEL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). Dokumen tersebut telah secara rinci menguraikan jenis kegiatan, tujuan, lokasi kegiatan, periode pelaksanaan, institusi pengelolaan/pemantauan lingkungan dan perkiraan biaya yang harus dilaksanakan oleh IUPHKK untuk menjaga kelestarian hutan dan kualitas lingkungan biofisik dan lingkungan sosial masyarakat sekitarnya.

Secara garis besar tindakan/upaya yang akan dilaksanakan dalam rangka kegiatan pengelolaan lingkungan adalah sebagai berikut :

  1. Mengelola areal sempadan sungai seluas 3.411 hektar dengan cara penanaman pada areal terbuka di kanan kiri sungai dengan jenis-jenis tanaman lokal. selain itu juga pemasangan papan pengumuman yang isinya menghimbau untuk bersama-sama melaksanakan pelestarian lignkungan.
  2. Untuk mempertahankan keberadaan/kelestarian plasma nutfah telah dialokasikan areal seluas 600 hektar sebagai kawasan pelestarian plasma nutfah yang akan dijaga dan dilindungi dari aktivitas perburuan dan penebangan.
  3. Membuat Buffer Zone Hutan Lindung seluas 9.020 hektar atau 1.000 meter dari batas kawasan. Pembuatan Buffer Zone dimaksudkan untuk menjaga keutuhan ekosistem hutan lindung dari kemungkinan gangguan perambahan, perburuan serta kepentingan lainnya.
  4. Membuat Buffer Zone Hutan Lindung seluas 9.020 hektar atau 1.000 meter dari batas kawasan. Pembuatan Buffer Zone dimaksudkan untuk menjaga keutuhan ekosistem hutan lindung dari kemungkinan gangguan perambahan, perburuan serta kepentingan lainnya.
  5. Membuat Areal In-situ seluas kurang lebih 1.000 hektar yang dipergunakan sebagai areal untuk menjaga keutuhan/ketersediaan jenis setempat.