CSR

Untuk menunjang pencapaian tujuan pengembangan masyarakat tersebut, pendekatan yang akan digunakan adalah pendekatan partisipatif yang diarahkan kepada pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Kegiatan Pendekatan Pengembangan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) tidak akan diarahkan dan diprioritaskan pada kegiatan karitatif (pemberian bantuan), karena dikhawatirkan  menumbuhkan ketergantungan masyarakat kepada perusahaan atau pihak lain, sehingga justru mengganggu upaya-upaya pemberdayaan masyarakat.

Pendekatan partisipatif menekankan pentingnya peran serta semua pihak berkepentingan (stake holder), khususnya masyarakat setempat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi. Hal itu dimaksudkan agar kegiatan yang dikembangkan selain mengacu pada prinsip-prinsip pengelolaan hutan secara lestari juga sesuai dengan kondisi, permasalahan dan kebutuhan masyarakat setempat, khususnya desa-desa yang berada di 2 distrik terdekat.

Prioritas jenis kegiatan PMDH disusun berdasar ketentuan yang berlaku terkait PMDH, identifikasi kondisi, masalah dan potensi pengembangan di lokasi kerja IUPHHK PT.Wanakayu Hasilindo dan desa-desa sekitarnya, serta konsep dan pendekatan pengembangan PMDH sebagaimana diuraikan di muka. Ketentuan yang berlaku terkait dengan PMDH yang diacu khususnya adalah SK Menteri Kehutanan No.523/Kpts-II/1997 tentang "Pembinaan Masyarakat Desa Hutan Oleh Pemegang Hak Pengusahaan Hutan dan Pemegang Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri ", yang merupakan penyempurnaan dari SK Menhut No 69/Kpts-II/1995. Pendanaan kegiatan PMDH PT.Wanakayu Hasilindo dialokasikan dari sebagian keuntungan perusahaannyaitu kurang lebih 5 % dari keuntungan perusahaan, sebagai wujud kebijakan Cooporate Social Responsibility (CSR) PT.Wanakayu Hasilindo.

Prioritas program PMDH di PT.Wanakayu Hasilindo dibagi menjadi 3 kelompok sasaran kegiatan,yakni:

  1. Peningkatan pendapatan dan tumbuhnya ekonomi masyarakat pedesaan yang berwawasan lingkungan, dengan jenis kegiatan antara lain: a.Prioritas pendidikan dan latihan keterampilan bagi masyarakat, b.Pengembangan budidaya pertanian, c.Pemasaran hasil pertanian, perikanan dan peternakan.
  2. Penyediaan sarana dan prasarana sosial ekonomi, dengan jenis kegiatan antara lain: a.pembangunan/perbaikan bangunan fisik desa berupa jalan desa, jembatan dsb. b. pembangunan/perbaikan bangunan rumah ibadah c. bantuan sarana dan prasarana pendidikan d. bantuan sarana-prasarana olahraga dan kesenian e. pemanfaatan sarana kesehatan perusahaan oleh masyarakat.
  3. Penciptaan kesadaran dan perilaku positif dalam pelestarian sumber daya alam, dengan prioritas kegiatan antara lain : a.Pelatihan pengembangan agroforestry/pertanian menetap, b.Penyuluhan pencegahan/penanggulan kebakaran hutan c.Penyuluhan konservasi lahan d.Penyuluhan konservasi flora & fauna dilindungi e.Pengembangan agroforestry di kawasan hutan (hutan kemasyarakatan) maupun di luar kawasan (hutan rakyat) dan pengembangan aneka usaha kehutanan