Silvikultur

Sistem silvikultur yang akan diterapkan oleh IUPHHK PT.Wukirasari adalah sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) karena ditinjau dari segi ekonomi dan ekologi, sistem ini merupakan sistem yang dinilai paling sesuai untuk diterapkan pada hutan alam produksi pada areal PT. Wukirasari. Dengan diterapkannya sistem TPTI secara benar, diharapkan mampu mengatur pemanfaatan hutan alam produksi serta meningkatkan nilai hutan baik kualitas maupun kuantitas pada areal bekas tebangan untuk rotasi tebangan berikutnya.

Sistem TPTI merupakan salah satu sistem silvikultur yang mengatur cara penebangan dan permudaan hutan. Untuk Hutan Produksi(HP) Tetap dan Hutan Produksi yang dapat di konversi (HPK), Penebangan dilakukan pada diameter 40 dcm ke atas terhadap seluruh pohon jenis komersil, sedangkan untuk Hutan Produksi Terbatas (HPT), diameter yang boleh ditebang adalah 50 cm ke atas. Sistem TPTI mempunyai tujuan untuk mengatur pemanfaatan hutan alam produksi, yang ada 30 tahun mendatang diharapkan terbentuk tegakan hutan campuran dengan kualitas yang lebih meningkat sehingga dapat berfungsi sebagai penghasil kayu penghara industri secara lestari.

Penerapan sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) pada areal kerja PT. Wukirasari ini sesuai dengan ijin yang diberikan. Keunggulan sistem ini hanya pada kodifikasi tegakan hutan yang dihasilkan setelah kegiatan yang selalu tertutup oleh vegetasi campuran dari berbagai kelas umur yang menopang kelestarian lingkungan dan memberi retensi terhadap serangan hama dan penyakit.